in the future - u will be able to do some more stuff here,,,!! like pat catgirl- i mean um yeah... for now u can only see others's posts :c
Kontruksi self orang Jawa ditandai kekhasan yaitu tentang peran rasa sebagai lambaran ataupun sebagai bingkai orang Jawa. Terdapat julukan dan deskripsi bagi individu yang matang jati dirinya di dalam budaya Jawa, antara lain: Manusia tanpa ciri, manusia yang sudah sampai panunggal, dan ‘dadi wong’.
Jejak Sang Guru punya buku menarik untuk dijadikan bahan pengetahuan tentang JATI DIRI MANUSIA Menurut Hari Kelahiran. Silahkan cek di link berikut ini: www.tokopedia.com/jsg-store-jakarta/buku-jati-diri…
8 - 0
Konsep self dalam budaya Jawa memiliki penjelasan yang khas. Yatman (2004) menyebut, wong Jawa iku nggone rasa. Rasa memiliki makna yang sangat luas mulai dari pengindraan sampai hidup itu sendiri, lebih dari makna feeling, emotion, sentimentalty, lust, mood, ataupun sensation.
Rasa dipahami sebagai substansi yang mengaliri alam sekalir, artinya ia berupa suasana pertemuan antara jagad gedhe dan jagad cilik. Ada tiga bentuk rasa seperti yang dimaksud, yaitu:
1.Rasa Pangrasa, yaitu rasa badan wadhag, seperti dihayati seseorang melalui indranya (rasa pedas, rasa gatal dan sebagainya), kemudian rasa yang hadir dalam kebadanan seseorang seperti rasa sakit, rasa enak.
2.Rasa Rumangsa, yaitu rasa eling, rasa cipta dan rasa grahita (mental).
3.Rasa Sejati, yaitu rasa yang masih mengenal rasa dan masih bisa merasakan seperti rasa damai, rasa bebas, rasa abadi.
Jejak Sang Guru punya buku menarik untuk dijadikan bahan pengetahuan tentang JATI DIRI MANUSIA Menurut Hari Kelahiran. Silahkan cek di link berikut ini: www.tokopedia.com/jsg-store-jakarta/buku-jati-diri…
1 - 1
Di agama Islam, hakekat manusia berlaku umum bagi seluruh jagat raya dan isinya sebagai ciptaan Allah SWT, kecuali alam yang disebut akhirat. Alam ciptaan merupakan alam nyata yang konkrit, sedang alam akhirat merupakan ciptaan yang ghaib.
Firman Allah SWT mengenai penciptaan manusia dijelaskan dalam Q.S. Al-Hajj ayat 5: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani menjadi segumpal darah, menjadi segumpal daging yang diberi bentuk dan yang tidak berbentuk, untuk Kami perlihatkan kekuasaan Tuhanmu.”
Firman tersebut menjelaskan tentang asal muasal manusia. Bahwa hanya manusia pertama Nabi Adam AS yang diciptakan langsung dari tanah, sedang istrinya diciptakan dari satu bagian tubuh suaminya. Setelah itu semua manusia berikutnya diciptakan melalui perantaraan seorang ibu dan dari seorang ayah, yang dimulai dari setetes air mani yang dipertemukan dengan sel telur di dalam rahim.
Kemanunggalan tubuh dan jiwa yang diciptakan Allah SWT, membentuk satu diri individu. Setiap manusia dari individu memiliki jati diri masing - masing. Jati diri tersebut merupakan kesatuan aspek dari fisik dan psikis. Setiap individu mengalami perkembangan dan berusaha mengenali jati dirinya sehingga mereka menyadari bahwa jati diri mereka berbeda dengan yang lain. Firman Allah dalam Q.S. Al-A’raf 189 yang Artinya: “Dialah yang menciptakanmu dari satu diri”
Di dalam sabda Rasulullah SAW menjelaskan petunjuk tentang cara mewujudkan sosialitas yang diridhoi-Nya, diantara hadist tersebut mengatakan: “Seorang dari kamu tidak beriman sebelum mencintai kawannya seperti mencintai dirinya sendiri” (Diriwayatkan oleh Bukhari)
Jejak Sang Guru punya buku menarik untuk dijadikan bahan pengetahuan tentang JATI DIRI MANUSIA Menurut Hari Kelahiran. Silahkan cek di link berikut ini: www.tokopedia.com/jsg-store-jakarta/buku-jati-diri…
4 - 0
Di agama Kristen Protestan, manusia juga disebut sebagai Imago Dei yang berarti perwakilan dari gambar dan rupa Allah. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan manusia adalah bukti bahwa Allah ada. Imago Dei bukan berarti penampilan Allah dan manusia menjadi sama tetapi memperlihatkan hubungan khusus Allah dengan manusia. Aspek segambar juga berarti manusia memiliki kuasa dan menerima kekuasaan untuk menaklukan dan menguasai dunia sebagai gambaran dari kekuasaan Allah.
Manusia sebagai gambar dan rupa Allah harus hidup dalam persekutuan dengan sesamanya. Laki-laki dan perempuan ada untuk saling menolong dan melengkapi. Manusia harus selalu dapat mengasihi, menghargai dan menghormati sesamanya. Manusia pun diberikan wewenang, tugas dan tanggung jawab oleh Allah untuk mengelola dan mengolah alam semesta atas nama Allah dengan menggunakan akal budi secara bertanggung jawab. Pelaksanaan mandat ini harus sesuai dengan petunjuk-petunjuk Allah dan kehendak-Nya sendiri.
Pemazmur mengatakan bahwa Allah-lah pemilik alam semesta ini. “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya” (Mazmur. 24:1). Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan, creatio ex nihilo. Jika manusia ingin mencipta sesuatu, harus menggunakan apa yang telah diciptakan oleh Allah. Manusia mencipta dan membangun senantiasa menggunakan yang tersedia di alam, yang merupakan ciptaan Allah.
Alkitab berbicara tentang ciptaan yang baru dan bumi yang baru (Wahyu. 21:1), di mana bumi yang baru tersebut adalah bebas dari polusi (pencemaran), destruksi (pengrusakan). Manusia ditugasi oleh Allah dalam rangka menggalang keharmonisan manusia dan alam. Menurut ( Kejadian 1:28 ), ciptaan terakhir yakni manusia, mendapatkan mandat untuk bertanggung jawab atas seluruh ciptaan. Tanggung jawab terhadap alam sebagai ciptaan Allah, juga telah dipertegas lewat kehadiran Kristus Yesus.
Jejak Sang Guru punya buku menarik untuk dijadikan bahan pengetahuan tentang JATI DIRI MANUSIA Menurut Hari Kelahiran. Silahkan cek di link berikut ini: www.tokopedia.com/jsg-store-jakarta/buku-jati-diri…
1 - 0
Dalam Kristen Katolik melalui Kitab Suci Perjanjian Lama menyebutkan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1:26-27). Ia dipanggil dan dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah dan kelak bersama-Nya dalam keabadian karena manusia adalah ciptaan yang memiliki harkat dan martabat yang istimewa (KWI, 1996).
Dengan menyebut manusia sebagai citra Allah, mengungkapkan bahwa manusia dipanggil mewakili Sang Pencipta untuk mengembangkan segala potensi yang tertanam dalam ciptaan ini sesuai dengan kehendak-Nya untuk melayani-Nya, mencintai-Nya, dan untuk mempersembahkan seluruh ciptaan kepada-Nya (KGK 358). Karena itu, oleh Allah manusia ditetapkan sebagai tuan atas semua makhluk di dunia ini, untuk menguasainya demi meluhurkan nama Allah. Dengan kata lain, sebagai citra Allah manusia menjadi mahkota ciptaan-Nya.
Manusia adalah makhluk teristimewa yang diciptakan Allah (Kej 1:26-27). Ia dikaruniai akal budi, hati nurani dan kehendak bebas yang membedakannya dengan ciptaan Allah yang lain. Dengan begitu manusia bisa “berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang melata di bumi’ (Kej 1:26). Tapi lebih dari itu semua, manusia harus mampu bertanggung jawab atas setiap tindakannya sebagai Imago Dei (Sardono et al., 2021).
Manusia adalah citra Allah di dunia. Halnya menggambarkan betapa martabat manusia sangat mulia di atas ciptaan yang lain. Martabat manusia yang sangat mulia dan luhur ini pada gilirannya membawa manusia pada penghargaan terhadap kehidupan sesamanya (Masut & Cancang, 2021). Bahwa sesama adalah dia yang harus dihargai kehidupannya karena dirinya juga adalah imago Dei.
Jejak Sang Guru punya buku menarik untuk dijadikan bahan pengetahuan tentang JATI DIRI MANUSIA Menurut Hari Kelahiran. Silahkan cek di link berikut ini: www.tokopedia.com/jsg-store-jakarta/buku-jati-diri…
1 - 0
Dalam agama Buddha, manusia menempati kedudukan khusus dan memberi corak yang dominan pada hampir seluruh ajarannya. Manusia disebut dalam ajaran Budhha adalah kumpulan dari energi fisik dan mental yang selalu dalam keadaan bergerak, yang di sebut pancakhanda atau lima kelompok kegemaran yaitu Rupakhandha, Wedanakhanda, Sannakhandha, Shankharakhandha dan Vinnanakhandha.
a.Rupakhandha (kegemaran akan wujud atau bentuk), adalah semua yang terdapat dalam makhluk yang masih berbentuk (unsur dasar) yang dapat diserap dan dibayangkan oleh indra. Rupakhandha adalah hal- hal yang berhubungan dengan lima indra dengan obyek seperti bentuk yang terlihat, terdengar, terasa, tercium ataupun tersentuh.
b.Vedanakhandha (kegemaran akan perasaan), adalah semua perasaan yang timbul karena adanya hubungan lima indra manusia dengan dunia luar. Baik perasaan senang, susah ataupun netral.
c.Sannakhandha, adalah kegemaran terhadap penyerapan yang menyangkut itensitas indra dalam menanggapi rangsangan dari luar yang menyangkut enam macam penyerapan indrawi seperti bentuk-bentuk suara, bau-bauan, cita rasa, sentuhan jasmaniah dan pikiran.
d.Shankharakhandha adalah kegemaran bentuk-bentuk pikiran. Bentuk-bentuk pikiran disini ada 50 macam, seperti lobha (keserakahan), chanda (keinginan), sadha (keyakinan), viriya (kemauan keras) dan sebagainya.
e.Vinnanakhandha (kegemaran akan kesadaran) adalah kegemaran terhadap reaksi atau jawaban yang beradasarkan pada salah satu dari keenam indra dengan obyek dari indra yang bersangkutan. Kesadaran mata misalnya, mempunyai mata sebagai dasar dan sasaran benda-benda yang dapat dilihat. Kesadaran tersebut mengarah pada yang buruk, yang baik atau netral.
Jejak Sang Guru punya buku menarik untuk dijadikan bahan pengetahuan tentang JATI DIRI MANUSIA Menurut Hari Kelahiran. Silahkan cek di link berikut ini: www.tokopedia.com/jsg-store-jakarta/buku-jati-diri…
2 - 0
Dalam agama Hindu, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan / Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Segala sesuatu yang ada atau yang mungkin akan ada adalah merupakan manifestasi Tuhan. Manusia dalam ajaran agama Hindu terbentuk atas badan kasar (stula sarira) dan badan halus (suksma sarira).
Untuk kelangsungan hidupnya, manusia harus berbuat sesuatu atau bekerja. Dan dalam bekerja tersebut ada dua hasil yang diakibatkan oleh prilaku manusia yaitu baik dan buruk. Perbuatan baik dan buruk tersebut disebut dengan karma. Baik dan buruknya karma manusia ini akan berakibat pada hidup dan kehidupan manusia baik dalam keadaan yang sekarang, masa lalu dan masa yang akan datang.
Selama manusia tidak memahami akan realitas yang sebenarnya tentang hakekat kehidupan selama itu pula manusia tetap dalam lingkaran samsara/reinkarnasi, dan proses reinkarnasi ini selalu akan ditentukan oleh karma tersebut. Selama manusia masih terikat akan hal-hal yang bersifat keduniawian tersebut membelenggu manusia selalu dihadapkan kepada kealpaan dan awidya. Barang siapa yang bisa melepaskan dari awidya tersebut merekalah yang akan bisa dan tahu tentang hakekat kehidupan ini.
Jejak Sang Guru punya buku menarik untuk dijadikan bahan pengetahuan tentang JATI DIRI MANUSIA Menurut Hari Kelahiran. Silahkan cek di link berikut ini: www.tokopedia.com/jsg-store-jakarta/buku-jati-diri…
6 - 0
Di dalam buku A Whitehedian Reflection on The Human Person karya Hardono Hadi, pencarian jati diri manusia merupakan persoalan sepanjang zaman. Dengan memahami jati diri maka manusia diharapkan dapat bersikap kritis terhadap pengalaman yang dihadapi.
Jejak Sang Guru punya buku menarik untuk dijadikan bahan pengetahuan tentang JATI DIRI MANUSIA Menurut Hari Kelahiran. Silahkan cek di link berikut ini: www.tokopedia.com/jsg-store-jakarta/buku-jati-diri…
1 - 0
Ilmu titen merupakan salah satu bentuk kearifan lokal orang Jawa memanfaatkan akal pikirannya sebagai sumber keilmuan dan patokan hidup disaat belum ada aturan-aturan yang mengikat. Ilmu dan kebijaksanaan yang dimiliki masyarakat Jawa sejak dahulu telah membentuk karakteristik khas yang kaya dengan nilai-nilai budaya dalam kehidupannya. Karakteristik ini mengacu kepada sikap hidup masyarakat Jawa yaitu: eling (sadar), pracaya (percaya), mituhu (setia), rila (rela), narima (menerima), temen (setia pada janji), sabar (berlapang dada), dan budi luhur (memiliki budi yang baik). - BUKU JATI DIRI MANUSIA MENURUT KELAHIRAN - www.tokopedia.com/jsg-store-jakarta/buku-jati-diri…
5 - 1
Jejak Sang Guru adalah channel eksplorasi keilmuan leluhur, tradisi dan budaya, serta tokoh-tokoh ternama pada masanya.